• Pemberitahuan Pengenaan Biaya Administrasi Bank Ekonomi   • CBN Luncurkan CBN iControl, Layanan Internet Sehat dan Aman   • CBN Menaikkan Dua Kali Lipat Bandwidth DirectNet di Bali
  NEWS | TECH |JOB |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Nutrition | Fit & Famous | Work Out | Natural Healing | Health Info | Medical Directory | Narkoba | Consultation |
 
   
Health News  
 




RiauInfo.com

Mata Kedutan
Bisa Sampai Dibotoks

Health News Mon, 18 Aug 2008 10:01:00 WIB

Anda pasti pernah mengalami kedutan. Biasanya dikaitkan dengan mitos tertentu, misalnya jika mata kanan berkedut akan mendapatkan rezeki. Ada juga yang bilang, mata berkedut artinya ada yang kangen. Lalu, jika mata berkedut sepanjang hari atau bahkan berhari-hari, apa artinya?

Mata kedutan hingga berhari-hari tentunya sangat mengganggu. Begitu yang dialami Lia. "Sudah hampir empat hari mata kiriku bagian bawah kedutan terus. Perasaanku jadi tidak tenang dengan mitos yang mengartikannya akan mendapat bencana," kata karyawati swasta ini. Perlukah kekhawatiran semacam itu?

Dijelaskan oleh Dr. Bondan Harmani, Sp.M, ahli mata dari RS Mata Aini, dari segi kesehatan, kedutan merupakan gerakan mengedip yang dilakukan secara tidak sadar. Normalnya mata berkedip antara 14-15 kali permenit.

Dr. Karen Wolfe, penulis buku Create The Body Your Soul Desires, mengatakan bahwa tubuh yang mengalami kedutan bisa menjadi pertanda sedang mengalami gangguan ringan. Sayangnya, sebagian besar orang seringkali mengabaikan tanda-tanda tubuh tersebut.

Gerakan tak sadar yang diberikan oleh mata ini berhubungan dengan saraf mata yang lelah dan menandakan bahwa tubuh kurang beristirahat. Para ahli kesehatan sepakat, kebanyakan kasus kekejangan pada mata disebabkan tubuh didera stres dan lelah yang amat sangat.

Meskipun gangguan tersebut tergolong ringan, tidak berarti harus diabaikan. Sebab, dengan memahami "sinyal" yang diberikan tersebut, diharapkan tubuh menjadi lebih sehat.

Butuh istirahat

Cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan kedutan pada mata adalah dengan membiarkan tubuh dan mata beristirahat. Mengompres mata dengan air hangat untuk beberapa saat dan bila perlu minum vitamin saraf juga dapat membantu.

Jika kedutan terjadi sangat sering atau hingga berhari-hari, bahkan jika sampai menyebabkan mata sukar dibuka kelopaknya, waspadalah. Bisa jadi Anda terserang blefarospasme, yaitu kondisi terjadinya kontraksi tanpa disadari pada orbikularis okuli, yaitu otot yang berfungsi menutup dan mengedip pada kelopak mata atas dan bawah.

"Faktor penyebab blefarospasme tidak. diketahui, tetapi ini terjadi karena adanya gangguan pada basal ganglion, yaitu bagian dari otak yang bertanggung jawab mengontrol gerakan otot," ungkap Dr. Bondan.

Ada dugaan bahwa faktor keturunan turut berperan pada terjadinya blefarospasme. Kelainan ini juga biasanya terjadi pada usia 50 tahun ke atas. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan usia produktif juga bisa terkena blefarospasme.

Dilumpuhkan dengan botox

Blefarospasme terbilang kelainan yang sulit disembuhkan. Apalagi belum ada obat yang dapat mengobati secara tuntas. Walau demikian, keluhan penderita bisa ditekan serendah mungkin.

Pengobatan oral biasanya memiliki efek sementara dan efek samping yang tidak terduga. Obat jenis penenang dapat diberikan kepada penderita blefarospasme. Sayangnya, pengobatan ini seringkali tidak memuaskan karena masih ada penderita yang tetap mengalami kedutan meski sudah menjalani terapi ini. Pada beberapa kasus, suplemen yang mengandung magnesium klorida efektif mengatasi blefarospasme.

Di Amerika dan Kanada, injeksi botoks (botolinum toxic) populer untuk mengatasi mata kedutan. Namun, menurut Dr. Bondan, terapi ini belum sepenuhnya terbukti efektif menangani masalah blefarospasme.

Botoks yang sebenarnya merupakan racun ini akan disuntikkan dalam jumlah kecil di daerah mata untuk menghentikan kedutan. Mengingat fungsinya sebagai racun yang bisa melumpuhkan otot, pemakaian botoks harus dilakukan ekstra hati-hati. Cara kerja botoks ini dengan melumpuhkan otot di sekitar mata hingga dapat mengurangi kedutan.

Pengurangan kontraksi otot mata tidak langsung terlihat begitu botoks disuntikkan. Biasanya pengaruh botoks baru terlihat beberapa hari setelah disuntikkan. Efektivitas botoks tidak berlangsung lama, sehingga pemberian suntikan harus diulang setiap sekitar tiga bulan untuk mendapatkan efek rileksasi otot kembali.

Beragam pilihan terapi

Efek samping yang disebabkan terapi botoks ini beragam. Di antaranya pasien bisa mengalami mata kering (dry eye), penglihatan panda, dan kelopak mata turun. Ada cerita mengenai seorang ibu yang sudah menyuntikkan botoks dengan hasil yang memuaskan, tetapi berefek samping kelopak matanya menyempit sebelah. Kekurangan lainnya adalah harganya yang masih mahal, sehingga tidak bisa setiap orang menggunakannya.

Jalan operasi yang dikenal dengan miektomi juga dapat dilakukan jika penderita tidak mempan diobati oleh jenis terapi lain. Caranya dengan membenahi atau memotong otot di sekitar mata yang mengalami gangguan.

Ada pun cara alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi mata kedutan adalah akupuntur, terapi nutrisi, dan kiropraktik. "Namun, ada baiknya berkonsultasi dengan ahli mata sebelum memutuskan jenis terapi yang akan diambil," ucap Dr. Bondan.

Sumber: RiauInfo.com




Other articles

Lisa Face Off Operasi ke-12, Tim Dokter Fokus Kelopak Mata
Tue, 12 Aug 2008 09:34:00 WIB
Volume Otak Anak Kurang Gizi Lebih Kecil
Tue, 12 Aug 2008 08:33:00 WIB
Psikopat hidup di sekitar kita
Mon, 11 Aug 2008 16:02:00 WIB

 

 
Tabloid Wanita Indonesia Area Gatra ycab
 
Agenda
 
July 2010
SMTWTFS
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
 
 
0.003%
dari seluruh air yang tersedia di bumi yang bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.
(Majalah Area)


 
Health Tips
 
Wed, 28 Jul 2010 14:45:00 WIB
Rahasia Tetap Fit di Tempat Kerja

 
Alternatif
 
Mon, 26 Jul 2010 13:30:00 WIB
Otak pun Perlu Terapi

 
Natural Healing
 
Wed, 28 Jul 2010 15:00:00 WIB
Kenikir, Penambah Nafsu Makan